Menuju Indonesia Jaya melalui pengembangan sentra-sentra industri berbasis biomassa

Sektor manufaktur dunia yang mencakup industri kimia, makanan dan minuman, plastik, elektronik, konstruksi,  energi, bioteknologi, dan lain-lain total bernilai USD 15 trilyun. Industri kimia sendiri bernilai USD 5 trilyun (ACC 2012) atau Rp 50 ribu trilyun, setara dengan 5 kali GDP Indonesia. Perlu disadari bahwa industri kimia adalah industri strategis yang mengontrol semua industri manufaktur. Bahan baku industri kimia masih mayoritas dari turunan minyak bumi dan gas alam, namun penggunaan biomassa sebagai industrial feedstock dan sumber energi yang lebih sustainable semakin meningkat dan diprediksi akan mendominasi di abad ini (Favre 2008; Grimm 2012; Ragauskas et al. 2006; VCI 2007). Teknologi yang diaplikasikan dalam pemanfaatan biomassa di industri kimia adalah teknologi fermentasi, bioteknologi, bioproses, dan teknologi proses kimia.

Picture1

Continue reading

Proses pembelajaran di universitas ditinjau dari hukum kekekalan massa

Tulisan ini mencoba mencari hubungan antara kualitas proses pembelajaran dengan waktu ditinjau dari sudut pandang ilmu Teknik, terutama Teknik Kimia. Just my humble opinion dari orang Teknik Kimia yang bukan pakar pendidikan.

Proses pembelajaran di universitas ditinjau dari hukum kekekalan massa

Berdasarkan prinsip-prinsip dasar konservasi massa, maka berlaku persamaan neraca massa:

In – out + generation = accumulation

Jika proses pembelajaran bisa dianggap sebagai suatu reaksi kimia yang terjadi di dalam otak maka persamaan di atas menjadi:

A – B + rX.V = dNX/dt   …………………….(1)

A – B + rX.V = d(VCX)/dt   ………………..(2)

  • A adalah laju ilmu yang masuk ke dalam otak
  • B adalah laju ilmu yang keluar dari otak (karena lupa).
  •  V adalah volume otak
  •  rX adalah laju generasi ilmu dalam otak berupa inovasi dan kreativitas
  • NX adalah jumlah kecerdasan yang dimiliki relative terhadap nilai nol
  • t adalah waktu
  • NX = V.CX, di mana CX adalah konsentrasi jumlah kecerdasan dalam otak.

Asumsi:

  • Karena volume otak mahasiswa bisa diasumsi konstan maka V konstan.
  • Untuk mempermudah analisis, A dan B dianggap konstan walaupun secara non-ideal A dan B juga fungsi waktu. Hal ini karena proses pembelajaran di universitas biasanya hanya beberapa tahun ( nilai t cukup kecil relative terhadap human life-span) dan frekwensi perkuliahan dibatasi oleh ketersediaan sumber daya.

Continue reading

Jurusan Teknik Kimia di Surya University

Tahun ini Surya University berdiri dengan membuka 10 department, salah satunya adalah Teknik Kimia.  Departement Teknik Kimia di SU bernama Biochemical Energy Engineering (http://www.surya.ac.id/biochem/index.php) karena fokusnya adalah pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat di bidang bioenergy seperti biofuel. Teknik Kimia SU juga melakukan riset di bidang biochemical products untuk industri. Ilmu yang dipakai tetap berfondasi pada prinsip-prinsip Teknik Kimia dan diperkuat dengan ilmu Teknologi Bioproses dan Bioteknologi.  Di samping itu, juga ada pembekalan soft skill seperti komunikasi, team work,  dan enterpreneurship. Dengan ini, lulusan dipastikan memiliki kemampuan untuk bekerja di berbagai sektor yang berhubungan dengan energi bersih, industri kimia, farmasi, oil and gas, biotechnology, food, waste treatment, dan lainnya.

suryaUniversityLogo

2012 in review

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2012 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

19,000 people fit into the new Barclays Center to see Jay-Z perform. This blog was viewed about 62,000 times in 2012. If it were a concert at the Barclays Center, it would take about 3 sold-out performances for that many people to see it.

Click here to see the complete report.

The best religion – A dialog between Dalai Lama and Leonardo Boff

DIALOG WITH DALAI LAMA

the Brazilian theologist Leonardo Boff wrote:

In a round table discussion about religion and freedom in which Dalai Lama
and myself were participating at recess, I maliciously and also with interest, asked him: “Your holiness, what is the best religion?”
I thought he would say: “The Tibetan Buddhism” or “The oriental religions, much older than Christianity.”
The Dalai Lama paused, smiled and looked me in the eyes …. which surprised me because I knew of the malice contained in my question.

Continue reading

Apakah air minum kemasan berkadar oksigen tinggi lebih bermanfaat dari air minum biasa?

Akhir-akhir ini di pasaran ditemui air minum kemasan berkadar oksigen tinggi yang diklaim lebih baik dari air biasa misalnya bisa meningkatkan daya tahan, membantu metabolisme, dan menjaga kesehatan. Tapi apakah ini benar? Kita akan bahas di sini.

Continue reading

Belajar untuk membangun Papua

Berikut adalah artikel di Kompas yang bisa menggambarkan apa yang dilakukan di STKIP Surya.

Link: http://serpong.kompas.com/berita/detail/1310/belajar.di.serpong.untuk.membangun.papua

Gedung STKIP Surya di Gading Serpong

Belajar untuk membangun Papua

Setiap orang itu pintar, asalkan dididik dengan cara yang benar. Maka tidak ada istilah bahwa orang dari daerah tertinggal pasti kalah pintar dibanding orang yang dibesarkan di kota-kota besar.

Untuk mencetak siswa-siswi berkualitas, diperlukan guru atau tenaga pengajar berkualitas pula. Guru-guru dengan mutu terbaik ini harus pula dididik dengan metode pengajaran yang benar. Salah satunya seperti berlangsung di Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Surya (STKIP Surya). Sekolah tinggi ini didirikan oleh Yohanes Surya, seorang fisikawan Indonesia.

STKIP Surya menampung ratusan anak pedalaman Papua dari program beasiswa yang dilakukan pemerintah daerah Papua. Mereka ada yang berasal dari Kabupaten Serui, Tolikara, Jaya Wijaya, Puncak Jaya, Pegunungan Bintang, Timika, Raja Ampat, Fakfak, Sorong Selatan, Jayapura, bahkan dari Yahukimo, sebuah daerah yang baru mengalami pemekaran.

Pada tahun 2010, STKIP Surya menerima sekitar 100 mahasiswa Papua untuk angkatan pertama. Angkatan kedua, jumlahnya bertambah. Tak hanya dari pedalaman Papua, tapi STKIP Surya juga merekrut mahasiswa dari Kupang, Bangka Belitung, dan Palembang. Jumlahnya sekitar 250 orang. Tidak ada mahasiswa dari Jakarta atau kota besar lainnya. Semuanya murni berasal dari daerah, yang pendidikannya tertinggal, dan dari program beasiswa pemerintah daerah setempat.

Para lulusan SMA di Papua ini akan belajar di sini selama lima tahun sampai S1 dengan gelar Sarjana Pendidikan. Setahun pertama mereka mengikuti program matrikulasi. Hal ini untuk memperkuat pemahaman dasar mereka akan teori ilmu yang ada. Terlebih matrikulasi ini adalah untuk penyesuaian diri dengan perkuliahan di STKIP Surya karena pendidikan mereka sebelumnya di Papua tidak sejajar dengan pendidikan di Pulau Jawa maupun kota maju lainnya. Dalam artian kemampuan mereka tertinggal jauh dari anak SMA pada umumnya. Di tahun berikutnya, mereka melangsungkan kegiatan belajar di gedung Surya Research and Education Center (SREC) di Jalan Scientia Boulevard Blok U No. 7, Gading Serpong.

Continue reading

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 863 other followers