Biobutanol sebagai biofuel generasi kedua di Indonesia

Biofuel adalah termasuk topik teknologi yang paling hangat didiskusikan pada saat ini di samping isu pemanasan global. Seiring dengan kesadaran bahwa minyak bumi akan habis cepat atau lambat, ide pengembangan biofuel sebagai alternatif bahan bakar muncul sejak 1970an. Sejak saat itu berbagai riset telah dilakukan guna menghasilkan teknologi yang mampu memproduksi bahan bakar dari biomassa. Indonesia yang saat ini mengalami krisis energi juga mulai giat mengembangkan biofuel. Contoh produksi biofuel misalnya bioethanol dari gula, dengan proses fermentasi oleh ragi, sejenis mikroorganisme yang umum digunakan dalam pembuatan minuman keras. Biofuel yang lain adalah biodiesel yang diolah dari minyak nabati seperti minyak kelapa sawit dan minyak biji jarak. Di Indonesia, beberapa industri biofuel sudah beroperasi seperti biodiesel di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Secara global, dalam lima tahun ke depan produksi bioethanol diperkirakan mencapai 27 milyar gallon per tahun, sedangkan biodiesel sebesar 4 milyar gallon per tahun.

Adapun biofuel di atas dikategorikan sebagai biofuel generasi pertama. Karakteristik biofuel generasi awal ini adalah umumnya menggunakan gula atau minyak dari tumbuhan sebagai bahan baku. Bioethanol dari pati jagung atau gula tebu dan biodiesel dari minyak tumbuhan termasuk dalam kategori ini. Keuntungan biofuel jenis ini adalah teknologinya sudah cukup maju sehingga memungkinkan produksi massal sehingga layak secara ekonomis. Namun dampak negatifnya tidak kalah besar yaitu terserapnya bahan pangan seperti pati dari jagung, gula tebu dan minyak goreng, yang menyebabkan kenaikan harga akibat supply tidak mencukupi kebutuhan pasar.

Biofuel generasi kedua hadir sebagai solusi dari dampak negatif seperti disebut di atas. Bahan baku yang digunakan adalah bahan-bahan non pangan dan limbah seperti batang padi, jerami, kertas bekas, dan bagasse (batang tebu yang telah diperas). Dalam artikelnya di majalah sains no.1 dunia Science, pakar Teknik Kimia terkemuka Gregory Stephanopoulos dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) menyatakan bahwa biofuel dari bahan non pangan akan menjadi trend dalam 10-15 tahun ke depan. Tantangan yang harus dihadapi adalah bagaimana mengolah bahan-bahan tersebut agar bisa diproses dengan teknologi biofuel yang telah ada sekarang. Misalnya bagaimana memecah selulosa di bagasse menjadi gula murni yang bisa difermentasi, terbebas dari zat kimia yang bisa menghambat proses fermentasi. Beberapa proses telah diteliti dan diterapkan mulai dari proses enzimatik, penggunaan asam encer pada temperature dan tekanan tinggi, dan uap.

Jika kita analisis lebih lanjut jenis biofuel yang bisa diproduksi, salah satu pilihan adalah biobutanol, sejenis alkohol seperti bioethanol. Saat ini biobutanol bisa diproduksi baik secara fermentasi maupun non-fermentasi walaupun biayanya masih lebih mahal dari produksi bioethanol. Jenis alkohol dengan empat atom karbon ini memiliki kandungan energi hampir menyamai premium, yaitu sebesar 29 MJ/liter dengan bilangan oktan 96. Nilai ini jauh di atas bioethanol sebesar 22 MJ/liter. Ron Cascone dalam artikelnya di jurnal ilmiah terkemuka Chemical Engineering Progress terbaru di bulan Agustus 2008 memaparkan banyak keuntungan biobutanol relatif terhadap bioethanol. Pertama, biobutanol memiliki beberapa karakteristik fisika dan kimia lebih mirip ke bensin. Hal ini menyebabkan tidak perlu membangun infrastruktur baru untuk transportasi. Biobutanol juga tidak larut dalam air seperti bioethanol sehingga tidak mudah menyebabkan korosi. Kedua, biobutanol dapat dicampur dengan bensin dalam kadar bervariasi. Hal yang sama tidak dimungkinkan dengan bioethanol. Campuran bioethanol bensin memiliki kadar bioethanol maksimum 10 %. Lebih daripada itu harus ada modifikasi khusus pada mesin kendaraan bermotor. Ketiga, akibat kandungan energi yang tidak jauh berbeda dengan bensin, maka bensin campur biobutanol lebih ekonomis daripada bensin campur bioethanol. Keempat, secara lingkungan biobutanol lebih aman daripada bioethanol karena jika tumpah tidak mudah mencemari air tanah akibat sifatnya yang menolak air.

Dari uraian singkat di atas maka alternatif terbaik jenis biofuel yang bisa menjadi pengganti atau aditif dari bensin adalah biobutanol. Riset biobutanol giat dilakukan di negara maju untuk menghasilkan teknologi yang bisa membuat biobutanol bersaing secara ekonomis dengan biofuel lainnya. Adapun bahan baku yang dipakai harus dari bahan non pangan. Indonesia sebagai produsen beras terbesar ke-3 dan gula tebu ke-9 dunia tentu memiliki potensi ketersediaan batang padi dan bagasse yang melimpah. Tantangan selanjutnya adalah bagaimana mendirikan industri biofuel generasi kedua seperti biobutanol dari bahan baku non pangan di Indonesia. Butuh investasi besar baik dana maupun sumber daya manusia yang perlu diusahakan dalam waktu dekat. Kita perlu belajar dari kesuksesan Brazil sebagai penguasa bioethanol dunia dan berswasembada energi sehingga mempunyai bargaining power ketika bernegosiasi dengan negara-negara maju seperti Amerika Serikat.

 

Penulis:

Yalun Arifin

Dosen Teknik Kimia Universitas Surabaya (Ubaya)

Alumnus Bioteknologi TU Delft, Belanda

Saat ini kandidat doktor di University of Queensland, Australia.

About these ads

59 Responses

  1. Salam Kenal Pak.
    Apa sudah ada yang mengembangkan biobutanol di indonesia?
    Saya di serpong aktif mengelola kegiatan FORUM SERPONG, yaitu kegiatan informal yang ngumpul setiap Jum’at sore di Bumi Serpong Damai. Kegiatan ini bertujuan menjembatani antara intelektual dengan pasar. kegiatan berupa presentasi dari presenter sesuai keahlian masing-masing.
    Dari catatan kami yang ada tema biobutanol belum pernah ada dan ini menurut saya sangat prospektif.

    Terima kasih

    • Lho, p’ bambang kan rumahnya dekat dengan kawasan puspiptek, disana sebenarnya teknologi tersebut di adopsi dari luar negeri. coba bapak komunikasi dgn Puslitbang Kimia Terapan LIPI, Puslitbang Instrumentasi atau biomaterial LIPI cibinong. termasuk buat memperbaiki masalah limbah lingkungan di kawasn BSD, wah itu pas banget. tidak saja bisnis bagi forum serpong. kalau perlu kendaraan bermotor yang melintas di lingkungan BSD, diganti dgn kendaraan ramah lingkungan, jadi tingkat kebisingan dapat ditekan utamanya buat kendaraan yang berada di kawasan itu (bukan yang) dilintasannya.
      Wah saya kira nantinya jadi kawasan yang sejuk lagipula tidak polusi. ya kalo mikirin bisnis terus enda ada habisnya itukan tinggal meningkatkan kreativitasnya.
      TQ, wassalam

    • salam kenal,
      p’ mo tanya alamat industri pengolah bibutanol di wilayah Jatim dan jateng
      trimks, pa
      wassalam
      sayim dolant
      08881101054

  2. Salam Pak Bambang,
    Setahu saya belum ada. Umumnya industri fermentasi butuh modal besar dan mikroorganismenya dipatenkan. Biobutanol memang sangat prospektif. Di Amerika banyak riset dilakukan untuk fermentasi biobutanol. Indonesia sebenarnya mampu asal memiliki pusat riset yang bisa menghasilkan mikroorganisme yang sudah direkayasa genetika sehingga bisa berproduksi optimum, kemudian dipatenkan. Saya optimis asal ada 5-10 org pakar saja dengan dana cukup, sebenarnya tidak sulit.

    Salam juga buat FORUM SERPONG ^_^

  3. Asswrwb,
    Salam kenal utk pYalun dan yang lain.
    Mohon informasi sbb:
    1. Mengenai hidrolisa Biomass, misalkan bagase untuk menghasilkan gula. Mohon informasi ttg prosesnya. Adakah orang kita yang sudah berhasil melakukannya?
    1. Apakah faktor Yeast & Enzym saja dapat membedakan produk yg didapat, yakni Butanol dg Yeast & Enzym tertentu, yang berbeda dg Ethanol ?
    2. Dapatkah Membran hasil karya bp Wenten dapat menggantikan fungsi Kolom Distilasi secara keseluruhan?
    Saya ingin berdiskusi lebih lanjut, kalau boleh mohon email adressnya.
    Terimakasih, Wasswrwb

  4. Salam kenal Pak,
    1. Bagasse belum digunakan sebagai raw material fermentasi. Masih dibakar untuk menghasilkan listrik. Kandungan lignin di biomass menjadi kendala utama jika ingin dijadikan bahan baku proses fermentasi. Namun untuk biomass lain seperti jerami dan switchgrass sudah ada sistem Simultaneous Saccharification & Fermentation walaupun secara ekonomis masih kurang.
    2. Tidak cukup Pak. Harus ada metabolic engineering dari yeast tersebut http://yalun.wordpress.com/2008/10/22/metabolic-engineering/
    Dengan teknik ini, yeast direkayasa genetika agar bisa memproduksi butanol secara optimum.
    3. Saya kurang yakin. Memang ada membrane yang bisa menghasilkan ethanol 99 % dgn bantuan zeolite, namun masih skala penelitian. Mungkin Anda bisa kontak Pak Wenten di ITB.
    Email saya di y.arifin@uq.edu.au

  5. 1. Tulisan anda ttg Biobutanol mengatakan: “Bahan baku yang digunakan adalah bahan-bahan non pangan dan limbah seperti batang padi, jerami, kertas bekas, dan bagasse (batang tebu yang telah diperas).”
    Kemudian disebutkan lagi: “Saat ini biobutanol bisa diproduksi baik secara fermentasi maupun non-fermentasi ”
    Mohon informasi lebih lanjut

    2. Membran dimaksud diklaim bisa meningkatkan konsentrasi etanol dari 95 % menjadi 99.7%.
    Any comments?
    Terimakasih,

  6. 1. Biofuel umumnya dikategorikan sbg 2nd generation jika bahan bakunya bukan dari pangan. Metabolix, salah satu industri biotek terbesar di USA mengembangkan biofuel dari switchgrass.
    Ada paper menjelaskan jenis2 produksi butanol. Nanti saya coba email ke Anda.

    2. Kalau cuma naik 4.7 % saya rasa bisa. Tapi yang menjadi tantangan adalah bisa tidak membrane menggantikan proses destilasi secara keseluruhan.

  7. fermentasi butanol kan tidak harus rekaya genetik setahu saya sudah ada lama mkrobianya dan banyak buku yang bahas ini hanya memang anearob bakterinya sehingga untuk masyarakat lenih sulit menanginya dibandingkan cerevsiae yang fakultatif meski fementasinya sma-sama aerob, juga konsentrasi yang dihasilkan ataupun pemurniannya yang sering jadi kendala.

  8. oia pak saya juga tertarik dengan tawaran jenis-jenis biobutanol. dapatkan saya juga dikirimi?

  9. Halo Pak,
    Tanpa metabolic engineering, C. acetobutylicum tidak akan bisa menghasilkan butanol sebagai satu-satunya produk. Aceton dan ethanol tidak diinginkan dalam proses ini. Masalah aerob atau anaerob itu relatif mudah. Yang menjadi tantangan adalah belum ada pakar metabolic engineering di Indonesia.

    Terima kasih.

    • kalau di indonesia belum ada pakar metabolic engineering, ya sharing saja dengan ilmuwan/para pakar lainnya, sehingga melalui komunikasi antar pakar dapat menemukan masalah apa yg dihadapi untuk proses di atas. atau mungkin, pakar bidang itu belum didentifikasi, karena, maklum belum ada yg akurat informasi yang tersimpan di bank data, dan belum ada yg mengurusi serius. Adanya FOPI, OPI, IDI, dan forum bidang lainnya data personelnya belum ditata dengan baik. Jadi kalau indonesia menunggu hadirnya seorang pakar bisa-bisa butuh waktu lama.

  10. Mudah-mudahan para peneliti kita sudah ada yang mendalami metabolic engineering dimaksud, karena prospek biobutanol ini memang sangat menjanjikan
    Mengenai pemurnian Butanol saya yakin nggak begitu masalah.

  11. Bagus sekali artikel-2 yang Bapak tulis. Saya tertarik, terutama untuk proses pembuatan biobutanol. Apa yg dimaksud dengan metabolic engineering? apakah selain proses fermentasi yg menggunakan bakteri terterntu u/ pembuatan biobutanol, ada metode lain yg bisa digunakan? misalnya digunakan katalis?

    Terima kasih.

  12. Saya tertarik u/ bidang energy. dengan adanya potensi besar dari biofuel, bagaimana untuk alga atau rumput laut, bakteri apa yg sesuai u/ bioproses bagi menghasilkan produk akhir biobutanol dan instrumennya apa saja yg diperlukan?

    Terima kasih.

  13. Yth Bu Eny,
    Terima kasih atas perhatian dan minatnya.
    Setiap bakteri memiliki karakteristik masing-masing dalam memetabolisme karbon. Bahan-bahan non pangan seperti rumput dan serat yang mengandung selulosa dan hemiselulosa bisa dihidrolisis (umumnya dengan asam encer pada tekanan tinggi atau dengan enzim) menjadi gula yg bisa difermentasi seperti glucose dan xylose.
    Bahan non pangan lainnya adalah sucrose dari tebu.

    Ethanol umumnya dihasilkan dari fermentasi gula (sucrose atau glucose) oleh yeast S.cerevisiae di kondisi anaerob. Butanol oleh bakteri C. acetobutylicum yg mengfermentasi glucose atau sucrose. Lactic acid oleh E. coli atau Lactobacillus. Jadi semua bahan berselulosa asal bisa dihidrolisis bisa difermentasi.

    Namun fermentasi tidak bisa dipelajari 1-2 bulan. It takes years.
    Silakan cek http://yalun.wordpress.com/data/

    Intinya, 99 % mikroorganisme mampu mengolah gula menjadi produk yg jenis-jenisnya tergantung sifat mikroorganisme tsb. Tp jangan salah mengerti kalau organisme X hanya bisa bikin produk Y saja. Sbg contoh ethanol juga diproduksi E. coli di kondisi anaerob tp tidak seproduktif yeast.

    Butanol merupakan salah satu produk fermentasi tertua di dunia. Prosesnya sudah ditemukan lbh dr 50 th silam. Butanol diproduksi oleh C. acetobutylicum dari gula pada kondisi anaerob. Fermentasi oleh bakteri ini menghasilkan campuran aceton, butanol, dan ethanol sehingga sering disebut ABE fermentation. Sehingga perlu optimasi agar produksinya fokus ke butanol saja.

    Perlu juga diketahui butanol juga bisa diproduksi secara katalitik dari turunan minyak bumi.

    Di Indonesia org masih berkutat bahan baku apa yg bisa dipakai untuk fermentasi. Sebenarnya apapun bahan bakunya, asal kondisi operasi dan jenis mikroorganismenya bagus, hasilnya pasti bagus. Kunci dari proses fermentasi adalah di mikroorganismenya, bukan di proses technologynya. Jadi sebenarnya yg diperlukan itu super microorganism yg bisa produktif menghasilkan butanol.

    Untuk bisa menghasilkan super microorganism ini butuh apa yg disebut metabolic engineering. Definisinya di:
    http://yalun.wordpress.com/2008/10/22/metabolic-engineering/
    Intinya begini:
    Metabolisme di sel (sel kita juga lho) itu ibarat jaringan jalan-jalan di suatu pulau. Bayangkan Anda buka peta Jawa misalnya. Lalu bayangkan Jakarta sbg glucose (bahan baku), Surabaya sbg butanol (produk). Mobil-mobil dari Jakarta ke Surabaya bisa lewat banyak jalan, mau langsung pantura atau muter ke Bandung atau Jogja. Atau bahkan sering ngga sampai ke Sby, malah ke Semarang atau Malang.

    Metabolic engineering berusaha memandang metabolisme sel secara utuh dan terpadu guna mengoptimasi aliran-aliran yg diinginkan. Dengan memahami karakteristik sel tsb, bisa dilakukan rekayasa genetika yg tepat. Jadi dalam kasus pulau Jawa di atas kalau semua mobil mau digenjot sampai Sby ya caranya bs dengan menutup jalan-jalan ke Semarang, Malang, dll atau jalan ke Sby diperlebar atau mobilnya yg ditune up.

    Semoga membantu.

  14. Halo pak Yalun,

    Senang ada teman satu alma mater. TU Delft. Saya sedang membuat desa2 mandiri energi dengan bioetanol, jadi tidak tergantung dari minyak tanah lagi.

    Sehubungan dengan bioetanol generasi kedua, bahan apa yang harus dipakai untuk menghasilkan glukosa dan etanol. Apa masih sama dengan kalau kita bikin dari ketela misalnya?

    Salam

    Djatnika Soekarta

    • Halo Pak Djatnika,
      Pengertian biofuel generasi kedua adalah jika bahan baku proses fermentasi bukan dari bahan pangan pokok. Sehingga ketela tidak termasuk.

      Secara umum proses fermentasinya mirip hanya saja bahan baku dari non-pangan pokok (misalnya molasses atau lignocelulosic material seperti grass, waste paper, batang padi). Glucose dan xylose dihasilkan dari proses hidrolisis cellulose dan hemicellulose, lalu difermentasi menjadi ethanol oleh genetically modified yeast. Jika menggunakan molasses, tidak perlu hidrolisis karena yeast memiliki enzim invertase yang memecah sucrose menjadi glucose dan fructose.

  15. Pak Yalun Yth,

    Apakah Bapak mempunyai data tentang industri di Indonesia yang memproduksi bioetanol generasi kedua (dari lignoselulosic material)? Dari bahan berlignoselulosa itu dihasilkan lignin sebagai limbah bukan? Adakah data berapa banyak limbah lignin dari industri tersebut?

    Salam,
    Fayza

    • Maaf Pak Fayza.
      Mengingat posisi saya di Aussie saya tidak punya informasi akurat dan up to date soal ini. Setahu saya Sampoerna Bioenergy sedang mengembangkan bioetanol generasi kedua namun seiring dgn krisis global tidak jelas kapan direalisasikan.

  16. Yang Berhormat Pak Yalun
    Saya mahasiswi UNAS-JAKARTA sedang skripsi bioetanol dari limbah sorgum, mohon bantuannya tentang proses delignifikasi limbah yang mengandung selulosa pak, karena limbah yang digunakan batang dan daun sorgum.saya sudah dapat beberapa cara tapi masih belum mantap.Saya berharap bapak bisa membantu Biar lebih mantap ;-)
    Trimakasih

  17. Asw..
    Salam kenal pak yalun…
    Pak bisa tlg jlskan mengenai produksi biobutanol secara non-fermentasi??

  18. Makasi Pak atas jurnal2 yg uda dkirimkan ke email saya =)
    Saya mau tanya bagaimana mendapatkan bakteri tersebut? Apakah djual bebas?? Apakah ada tau alamat web..penjualan bakteri online yg tpercaya..=)
    Sekali lagi makasi…maaf merepotkan =)

    • Tidak ada bakteri gratis, kecuali ada yang mau sukarela demi kepentingan riset bersama. Bakteri bisa dibeli dari ATCC (American Type Culture Collection) atau NCIMB UK. Tapi ini semua hanya untuk riset dan bukan komersial. Kalau bakteri yg dimutasi sehingga bisa produksi butanol diproteksi dengan patent. Ngga mungkin bisa beli kecuali punya milliaran rupiah.

  19. Asslmlkum..
    salam kenal pak..
    saya mahasiswa teknik kimia di salah satu universitas di palembang, saya sebenarnya tertarik untuk melakukan riset untuk fermentasi biobutanol ini, boleh minta tolong g pak, tolong jelasin gmn proses fermentasi sama pemisahan biobutanol,aseton,etanol??pak kalo g ngeropotin bapak, blh g minta kirimin jurnal yang berhubungan sama biobutanol ini?
    makasih banyak ya pak sebelumnya.. :)

    • Salam kenal Mas,
      Pemisahan butanol dari aceton dan ethanol bisa dilakukan dengan distilasi. Teknologi baru ada yang berupa membrane-distillation tapi saya bukan pakarnya.

  20. ass.wr.wb
    pak saya tertarik dengan biobutanol ini. saya ining melakukan penelitian mengani ini. kalau boleh dan jika tidak merepotkan, saya bisa minta kirimkan jurnalny?

  21. assalamu’alaikum Pak Yalun..
    Saya mahasiswi ITS surabaya. pada saat ini saya sedang menjalani Tugas Akhir. dan yang saya ajukan tentang Pabrik biobutanol… saya masih mencari data2 ttg bahan baku yang paling tepat dan bisa dibuat biobutanol dengan mempertimbangkan kualitas hasil dan ekonomisnya. Boleh gak pak saya kirimi jurnal2/ data2 mengenai pabrik biobutanol…
    Terima kasih ya Pak, mohon bantuannya :))

  22. aslkmum wr.wb
    pak.. saya punya kendala ttg bioetanol dari ampas tebu pak.. keterbatasan ilmu yg saya miliki kurang ttg hal itu pak. mohon petunjuknya pak ttg bioetanol dari ampas tbu pak..? setelah ampas tebu saya dapat hal apa yg harus saya lakukan buat berikutnya pak..?

    terima kasih pak ^_^

  23. Assalamu’alaikum
    pak, saya mahasiswi STMI jakarta
    saya mau tanya Pak tentang biobutanol. setau saya ada 2 metode untuk memproduksi biobutanol. gasifikasi dan fermentasi.
    nah, masalahnya sampai saat ini, saya belum menemukan referensi yang dengan pasti mengatakan mana yang lebih ekonomis diantara 2 proses tersbut… jika tidak berkeberatan, saya minta masukannya Pak.. :-)
    (*oia, untuk tambahan, saya biobutanol yang saya inginkan berbahan dasar lignoselulosa)
    terimakasih

    • Akan sangat tergantung dari harga minyak. Jika harga minyak tinggi >100 dollar/barrel umumnya proses fermentasi lebih ekonomis. Setiap kasus perlu dikaji lebih detil untuk analisis ekonominya. Namun yang pasti proses fermentasi lebih menguntungkan karena lebih ramah lingkungan dan sustainable.

  24. Yth. P. Yalun
    Saya mahasiswi STMI.
    Yang ingin saya tanyakan, tentang biobutanol adalah tentang prosesnya pak.
    Setau saya ada 2 cara, pak.
    Dg fermentasi dan gasifikasi.
    Nah,menurut Bapak, diantara proses itu, mana yg lebih efisien utk skala industri bahan bakar.
    Trimakasih Pak atas jawaban dan perhatiannya.

  25. yth. pak yalun,
    Saya Sigit dr BPPT.
    Slm bbrp tahun kami mengkaji ttg bioetanol.
    Namun, saat ini kami tertarik untuk pengembangan biobutanol,
    Selain mikroorganisme, apakah ada hal lain yg berbeda signifikan dl proses produksi keduanya scr biologis?
    Trus utk proses pirolisis, spt apa ya pak? Scr logika sy krg begitu paham, kok bs proses termokimia menghasilkan biobutanol?
    Mohon share ya pak?
    Terimakasih!

  26. Yang Terhormat Pak Yalun
    Saya mahasiswa UNJAY-JAKARTA sedang skripsi bioetanol dari limbah singkong, saya masih mencari data2 ttg bahan baku biobutanol dengan mempertimbangkan kualitas hasil dan ekonomisnya serta prosesnya dengan sakla industri. Boleh gak pak saya kirimi jurnal2/ data2 mengenai pabrik biobutanol…
    Terima kasih ya Pak, mohon bantuannya .saya sudah dapat beberapa cara tapi masih belum mantap.Saya berharap bapak bisa membantu Biar lebih mantap
    Trimakasih

  27. Maaf sebelumnya bapak, saya ada beberapa pertanyaan. Saya mahasiswa semester akhir, ingin melakukan penelitian tugas akhir (skripsi) tentang bio-butanol. Yang saya ingin tanyakan, apakah ampas tahu/limbah cair tahu (whey) dapat dimanfaatkan untuk biobutanol? terima kasih bapak.

    • Whey mengandung laktosa yang bisa difermentasi menjadi butanol.

      • Ampas tahu apakah tidak bisa pak? Tepung ampas tahu mengandung 67% karbohidrat. Bukannya bahan baku biobutanol brasal dr karohidrat (diubah dlm bentuk glukosa) ya pak? Bapak, kl boleh, sama minta jurnal2 atau literatur tentang biobutanol, limbah tahu, dan bakteri Clostridium acetobutylicum untuk bahan tinjauan pustaka skripsi saya? Terima kasih pak Yalun

      • Seharusnya bisa. Asal pH cocok dan tidak ada inhibitor. Silakan ditest. Ibu mahasiswa jurusan apa? Di mana?

  28. Assalam,
    YTH. pak Yalun<
    saya mahasiswa UNTAD,, saya tertarik dengan biobutanol dengan proses fermentasi,, mohon bantuannya untuk referensi yang bagus?
    topone_s08@yahoo.co.id

    • Saya sudah menyelesaikan penelitian ttg butanol menggunakan proses fermentasi dgn bahan baku serbuk gergaji. Dengan fermentasi waktu 10 hari…biobutanol saya mulai terbentuk. Fermentasi ini menggunakan bakteri Clostridium acetobutylicum
      Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss…!

      • salam kenal, saya mahasiswa ITS, dan tugas akhir saya mengenai biobutanol. Yang ingin saya tanyakan, dimanakah tempat membeli bakteri Clostridium acetobutylicum, dan Clostridium tyrobutyricum untuk proses fermentasi, dan harganya. Terimakasih banyak untuk infonya, data ini akan sangat bermanfaat untuk saya.

      • Coba pusat studi Biotek UGM. Silakan Google.

  29. Salam kenal Pak Yalun. Saya alumni Teknik Kimia Unsri. Saat ini saya aktif di sebuah yayasan yang fokus pada pengembangan ekonomi mandiri masyarakat. Langkah berikutnya sebenarnya adalah membuat home industri bioethanol dari jerami, namun setelah membaca tulisan bapak saya tertarik untuk ke arah biobutanol.

    Berapakah persentase hasil fermentasinya antara Aceton, butanol dan ethanol? Purifikasi apa yang paling efisien dan ekonomis pak? Bisakah saya contact bapak via email japri. Thanks ya Pak.

    • Biasanya total ABE sebesar max 20 g/l dengan perbandingan acetone : butanol : ethanol = 3 : 6 : 1. Purifikasi dengan destilasi.

  30. Assalamualaikum wr.wb
    Salam kenal Pak Yalun, saya Karina mahasiswa IPB. saya sedang penelitian mengenai pembuatan biobutanol dari limbah cair tahu. Saya ingin bertanya, untuk proses fermentasi Clostridium acetobutylicum adakah penanganan khususnya ? seperti gas metana yang dihasilkannya. Apakah saya boleh bertanya lebih lanjut melalui email bapak ? Terima kasih pak, mohon infonya.

  31. oya pak kalau tidak keberatan, apakah dapat dijelaskan cara pemurnian butanol dari campuran etanol dan aseton ? apakah hanya dengan distilasi bertingkat ?

    • Sharing dari Tugas Akhir saya, waktu itu saya hanya memerlukan butanol, sehingga kandungan aseton dan etanol dihiraukan (karena tidak dihitung kadarnya). Jd untuk pemurnian butanol, saya hanya menggunakan deatilasi sederhana dengan mengatur suhunya hingga 99-100 celcius. Karena dalam kondisi tsb kandungan aseton, etanol, dan airnya sudah menguap. Selain utk mempersingkat waktu, biaya destilasi sederhana lebih ringan drpd destilasi bertingkat. Semoga bermanfaat :)
      Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss…!

  32. terima kasih mba Hayuni atas infonya. Apakah saya boleh bertanya lewat email mba ?

    • Boleh2 silahkan..
      Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss…!

  33. maaf pak, saya mau bertanya lagi, untuk pengaktivan dan pengembangbiakan bakteri Clostridium acetobutylicum dengan media apa ya pak ?

  34. RCM

  35. ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan pak dan maaf jika mengganggu:
    1. bagaimana desain alat fermentasi clostridium acetobutylicum ? karena bakteri tsb tergolong anaerobik obligat, yang tidak bisa terkena udara sama sekali.
    2. sebelum fermentasi, bagaimana pengkondisian bakteri tsb dari safety nya ? karena yg saya tahu bakteri tsb tergolong patogen.
    3. bagaimana pemurnian biobutanol tsb ? berdasarkan literatur dari bakteri tsb akan dihasilkan senyawaan lain spt golongan karboksilat dan titik didih butanol sekitar 99,5 derajat celcius yang sangat dekat dengan air.
    4.untuk fermentasi ABE, butanol yang dihasilkan itu jenis apa ya pak ? dan sebagai biofuel lebih baik butanol jenis apa ? primer, sekunder, atau tersier kah..
    terima kasih pak, mohon infonya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 863 other followers

%d bloggers like this: