Analysis singkat untuk pengembangan industri biofuel dan dampaknya bagi pertanian dan lingkungan hidup di Indonesia

   

 

 

 

 

Indonesia adalah salah satu negara yang mulai giat mengembangkan industri biofuel yang memproduksi biodiesel dan ethanol. Peranan industri ini semakin penting mengingat kondisi saat ini di mana harga minyak mentah USD 113/barrel per 13 Agustus 2008. Meskipun nilai ini jauh turun dibanding rekor tertinggi per 11 Juli 2008 sebesar USD 147/barrel, harga minyak telah naik sekitar dua kali lipat dibanding tahun lalu. Ini memicu kenaikan harga BBM dan meningkatkan tingkat inflasi 2008 yang diprediksi mencapai dua digit. Namun di sisi lain, beberapa pakar meyakini biofuel menimbulkan dampak negatif bagi ketersediaan pangan dan kelestarian lingkungan. Maka perlu analisis segi positif dan negatif biofuel serta jenis industri biofuel yang cocok di Indonesia.

 

 

 

 

Sugar cane plant, also used to produce ethanol

Sugar cane plant, also used to produce ethanol

 

Tidak bisa dipungkiri jika biofuel memiliki keuntungan karena merupakan sumber energi yang bisa diperbaharui (renewable energy resource) jika dibanding BBM fosil. Dengan harga minyak yang tinggi, biofuel mampu menawarkan alternatif yang lebih murah. Tetapi di sisi lain perlu kita cermati sisi negatif dari biofuel. Pada awalnya biofuel sering dipercaya sebagai sebagai sumber energi yang rendah polusi (green energy source). Namun berdasarkan beberapa publikasi setahun terakhir ini di majalah sains no.1 di dunia, Science, klaim ini mulai dipertanyakan (Fargione et al. 2008; Scharlemann and Laurance 2008 ). Tidak semua jenis biofuel ramah lingkungan. Misalnya, biofuel seperti biodiesel dari kelapa sawit justru meningkatkan emisi CO2 akibat penggundulan hutan terutama di negara tropis seperti Indonesia dan Malaysia. Jutaan hektar hutan tropis di Sumatra dan Kalimantan punah akibat dikonversi menjadi perkebunan kelapa sawit. Bahkan diperkirakan setiap dari setiap ton minyak kelapa sawit yang diproduksi, akan dihasilkan 33 ton CO2 akibat penggundulan hutan, drainase, dan pengolahan tanah. Ini 10 kali lipat dari emisi CO2 per ton bensin (Rose 2007).

 

Mengingat kebanyakan bahan baku biofuel saat ini berasal dari jagung, tebu, dan kelapa sawit, dampak negatif biofuel lainnya adalah berkurangnya lahan pertanian pangan dan kenaikan harga pangan walaupun hal ini dibantah oleh pihak industri biofuel (Kingsbury 2007). Padahal kebutuhan pangan meningkat seiring peningkatan jumlah penduduk dan kemajuan pola makan negara-negara besar seperti China dan India. Sungguh amat disayangkan jika untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar yang murah dan “ramah lingkungan” bagi negara maju di belahan bumi Utara, negara-negara berkembang di belahan bumi Selatan menjadi korban akibat krisis pangan.

 Untuk mengurangi dampak-dampak negatif tersebut maka ada beberapa hal yang bisa dilakukan.

1.       Perlu regulasi yang jelas terhadap jenis-jenis biofuel apa saja yang menjadi prioritas. Dalam analisis ini kita bisa melihat aspek bahan baku (feedstock), proses dan produk. Dalam produksi biofuel berbasis bioproses, bahan baku harus bukan bahan pangan, misalnya cellulosic material (sisa sawmill, jerami, batang padi, dan sejenisnya). Proses pembuatannya menggunakan teknologi fermentasi dengan penggunaan jenis mikroorganisme yang unggul. Adapun produk biofuel harus yang memiliki kandungan energi tinggi, misalnya butanol (Duerre 2008 ). Dalam produksi biofuel yang berbasis non-bioproses, biodiesel dari minyak jarak yang juga merupakan pilihan menarik. Sebagai perbandingan, produksi ethanol skala raksasa di Amerika Serikat dari jagung adalah contoh yang buruk (Groom et al. 2008 ).

2.       Perlu analisis antara biofuel dengan biodiversity dengan 12 prinsip utama guna mencegah kerusakan lingkungan (Groom et al. 2008 )

3.       Pemerintah harus memperkuat proteksi terhadap pertanian nasional. Semua negara maju seperti Amerika Serikat, Australia, Prancis memberikan proteksi kepada petani-petaninya. Kita juga perlu belajar dari Brazil yang mampu memiliki industri biofuel terbesar di dunia tanpa mengorbankan pertaniannya.

4.       Di samping biofuel, pemerintah juga perlu mengembangkan produksi energi alternatif seperti energi surya dan geothermal. Sinar matahari dan panas bumi adalah karunia melimpah di bumi Nusantara.

 

Penulis:

Yalun Arifin, MSc

Staf akademik Teknik Kimia Universitas Surabaya (Ubaya).

Alumnus Bioteknologi TU Delft, Belanda

Saat ini kandidat Doktor di University of Queensland, Australia.

Email: y.arifin@uq.edu.au

 

Referensi:

Duerre P. 2008. Fermentative butanol production – Bulk chemical and biofuel. Annals of the New York Academy of Sciences: Blackwell Publishing. p 353-362.

Fargione J, Hill J, Tilman D, Polasky S, Hawthorne P. 2008. Land Clearing and the Biofuel Carbon Debt   Science 319:1235-1238.

Groom MJ, Gray EM, Townsend PA. 2008. Biofuels and biodiversity: Principles for creating better policies for biofuel production. Conservation Biology 22(3):602-609.

Kingsbury K. 2007 16 November 2007. After the Oil Crisis, a Food Crisis? . Time Magazine  http://www.time.com/time/business/article/0,8599,1684910,00.html

Rose N. 2007. Biofuels – a solution that will make the problem worse   http://www.sciencealert.com.au/opinions/20072311-16636.html. 16 March 2008

Scharlemann JPW, Laurance WF. 2008. ENVIRONMENTAL SCIENCE: How Green Are Biofuels? Science 319:43-44

 

 

 

 

 

 

3 Responses

  1. […] mau tahu lanjutannya, silahkan BACA DISINI Possibly related posts: (automatically generated)Biofuel dan busung laparHiruk Pikuk BiofuelPro […]

  2. pagi ,

    Saya edy supriyadi… sedang menulis disertasi tentang biofuel juga terhadap indstri kelapa sawit

    jika tak keberatan boleh dapatkan full text untuk referensi disertadi saya

    tks
    edy supriadi

  3. terimakasih atas infonya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: