Kasus-kasus penipuan teknologi di Indonesia

Indonesia sebagai negara berkembang tentu memerlukan banyak tenaga ahli untuk memajukan sains dan teknologi yang ujung-ujungnya meningkatkan perekonomian negara. Namun sayang akhir-akhir ini terjadi banyak kasus di mana terjadi penipuan oleh oknum-oknum yang tidak punya kemampuan akademik mumpuni.

Ada dua kasus besar yang bisa diamati. Pertama kasus blue energy, di mana si tukang promosi bernama Heru Lelono sempat “berhasil” meyakinkan banyak orang termasuk sahabatnya Bapak Presiden RI kalau bisa menghasilkan sumber energi sebagai bahan bakar dari air. Ketika mendengar cerita ini dulu, sebagai pakar Teknik Kimia dan Bioteknologi aku cuma bisa ketawa. Secara thermodinamika, dibutuhkan energi besar untuk mengubah air menjadi hidrogen dan oksigen. Jika hidrogen dibakar lagi akan kembali menjadi air. Jadi dibolak-balik sama saja. Ibarat kalau Anda mau dapat duit sejuta dari bank, ya mesti setor sejuta ke bank. Belum lagi kena ongkos transport dan buang waktu untuk ke bank dua kali. Kesimpulan ya sia-sia. Ternyata setelah sang penemu mendemonstrasikan penemuannya, ternyata cuma alat elektolisis yang menghasilkan hidrogen yang akan dicampur dengan solar guna meningkatkan kualitas. Kalau dihitung berdasarkan cost and benefit analysis, ya mending beli solar di pom bensin, ha ha. Sang penemu pun cuma lulusan S1 universitas biasa-biasa aja di dalam negeri.

Kasus kedua, adalah padi Super Toy. Ternyata yang promosi orang yang sama lagi, si HL. Pikir-pikir sakti juga orang ini sampai dipercaya Bapak Presiden bolak-balik. Setelah dipakai para petani, eh padinya kopong alias puso. Yang dijanjikan bisa 15 ton/hektar malah cuma 3 ton/hektar, jauh di bawah padi lain yang bisa 8 ton/hektar. Sang penemu Super Toy ternyata seorang lulusan SMK Bangunan. Bingung juga, apa hubungan ilmu bangunan dengan bioteknologi pertanian? Terlebih sang penemu bahkan tidak tamat S1. Mengapa tidak menggunakan jasa para pakar pertanian seperti di IPB yang terkenal sebagai salah satu yang terbaik di Asia? Inilah hasil orang amatir yang ngga mampu terus main-main dengan Bioteknologi terus mau jualan. Satu hal lagi yang perlu dicermati, apa Super Toy ini genetically modified food? Kalau ya, mestinya ngga boleh sembarangan diuji cobakan, apalagi dikonsumsi. Harus ada tahapan yang harus ditempuh guna menjamin keselamatan konsumen. Semoga pemerintah kelak bisa lebih berhati-hati.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: