Teknik-teknik sterilisasi (bagian 2: gas)

Sterilisasi gas atau udara amat vital dalam proses fermentasi. Udara mengandung sejumlah mikrooganisme baik bakteri, yeast, atau jenis lainnya. Namun boleh dikata semua proses fermentasi melibatkan gas atau udara. Proses aerobik memerlukan oksigen dari udara atau berupa oksigen murni. Proses anaerobik memerlukan nitrogen dan mungkin sedikit karbondioksida. Fermentasi selalu menghasilkan gas, sehingga reaktor harus dilengkapi saluran gas keluar. Belum lagi dalam semua proses persiapan fermentasi, perlu dalam suasana steril.

Filter udara untuk fermentor di laboratorium

Filter udara untuk fermentor di laboratorium

Sterilisasi gas umumnya dilakukan dengan filtrasi. Gas dilewatkan pada membrane filter, umumnya terbuat dari selulosa asetat yang hidrofobik, memiliki diameter pori 0.22 micrometer sehingga bisa menyaring bakteri yang berukuran 1 micrometer. Pada skala lab, filter berupa disc yang dipasang pada saluran gas masuk dan keluar. Sedangkan cartridge filter dipakai pada skala industri. Di samping itu, filter jenis ini juga dipakai di biological safety cabinet guna menjamin udara dalam cabinet steril.

4 Responses

  1. sila lawati
    fermentationtechnology.blogspot.com

  2. salam kenal, saya tertarik dengan filter udara untuk fermentor, bisa minta contact yang menjual filter tersebut di indonesia? saya sudah lama mencari tapi tidak dapat2.
    terima kasih atas perhatian dan bantuannya.

    erwin tan
    kediri
    indonesia

  3. mas ayun bsa mnta refrensi artikel tentang sterilisasinya gak???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: