Teori penciptaan dan evolusi

Perdebatan antara teori penciptaan (creationism) and evolusi merupakan salah satu issue yang terus berlangsung. Teori penciptaan menjelaskan jika dunia dan seisinya diciptakan oleh “a single deity” (Tuhan), seperti yang ditulis di kitab suci. Umumnya teori ini berbasis kitab Kejadian (Genesis) di Perjanjian Lama (Old Testament) atau Taurat (Book of Torah), bab 1 dan 2. Teori evolusi di sisi lain menjelaskan bahwa semua materi biologis termasuk makhluk hidup mengalami perubahan secara genetik dalam waktu yang lama sehingga muncul perbedaan antara satu generasi dengan generasi-generasi sebelumnya.

The creation of Adam. Sistine Chapel

The creation of Adam. Sistine Chapel

Perdebatan muncul ketika Charles Darwin dan Alfred Russel Wallace pada tahun 1850an memaparkan bahwa makhluk hidup berevolusi dan mengalami seleksi alam. Seketika itu juga kalangan gereja menolak ide tersebut karena menganggap semua makhluk hidup, terutama manusia tidak akan berubah. Muncul juga pendapat yang mengatakan manusia berasal dari kera, walaupun Darwin tidak pernah secara eksplisit menyatakannya.

446px-Darwin_ape

Karikatur yang menyindir Darwin sebagai kera

Namun bagaimanapun juga sejak saat itu perdebatan antara teori penciptaan dan evolusi tidak pernah berhenti. Sebagian kalangan agama terutama yang mengartikan kitab suci secara literal eksplisit terus menyerang kaum intelektual yang hampir semua mendukung teori evolusi. Di sisi lain, sebagian penganut teori evolusi juga menyerang agama dengan menyatakan agama sebagai mimpi anak-anak dan candu. Golongan penganut ini juga menganut atheisme.

Namun seiring dengan semakin majunya ilmu pengetahuan di abad 21 ini di mana biologi molekuler modern telah mencapai pemahaman lebih dalam tentang genetika (DNA) dan fisiologi; dan di sisi lain kalangan agamawan memiliki pemahaman agama yang lebih baik, mulai muncul titik temu antara kedua kutub ini. National Academy of Science di USA menyatakan: “Today, many religious denominations accept that biological evolution has produced the diversity of living things over billions of years of Earth’s history. Many have issued statements observing that evolution and the tenets of their faiths are compatible. Scientists and theologians have written eloquently about their awe and wonder at the history of the universe and of life on this planet, explaining that they see no conflict between their faith in God and the evidence for evolution. Religious denominations that do not accept the occurrence of evolution tend to be those that believe in strictly literal interpretations of religious texts“.

Mengutip Einstein (1941): Science without religion is lame, religion without science is blind.

Sehingga teori penciptaan dan evolusi walaupun terkesan bertentangan namun sebenarnya saling melengkapi.

P.S: 

“Theories of evolution which, because of the philosophies which inspire them, regard the spirit either as emerging from the forces of living matter, or as a simple epiphenomenon of that matter, are incompatible with the truth about man.”  (Pope John Paul II, 1996)

We cannot say: creation or evolution, inasmuch as these two things respond to two different realities. The story of the dust of the earth and the breath of God, which we just heard, does not in fact explain how human persons come to be but rather what they are. It explains their inmost origin and casts light on the project that they are. And, vice versa, the theory of evolution seeks to understand and describe biological developments. But in so doing it cannot explain where the ‘project’ of human persons comes from, nor their inner origin, nor their particular nature. To that extent we are faced here with two complementary — rather than mutually exclusive — realities. (Cardinal Ratzinger, 1995)

The clay became man at the moment in which a being for the first time was capable of forming, however dimly, the thought of “God.” The first Thou that – however stammeringly – was said by human lips to God marks the moment in which the spirit arose in the world. Here the Rubicon of anthropogenesis was crossed. For it is not the use of weapons or fire, not new methods of cruelty or of useful activity, that constitute man, but rather his ability to be immediately in relation to God. This holds fast to the doctrine of the special creation of man . . . herein . . . lies the reason why the moment of anthropogenesis cannot possibly be determined by paleontology: anthropogenesis is the rise of the spirit, which cannot be excavated with a shovel. The theory of evolution does not invalidate the faith, nor does it corroborate it. But it does challenge the faith to understand itself more profoundly and thus to help man to understand himself and to become increasingly what he is: the being who is supposed to say Thou to God in eternity. (Pope Benedict XVI, 2008).

14 Responses

  1. Hmm, saya tidak setuju dgn itu.. teori evolusi menurut saya nonsense atau tidak match dengan teori termodinamika kedua..

    http://terow.wordpress.com/2010/03/25/teori-evolusi-fiksi-ilmiah/#comment-45

    • Mmmhh, bisa dijelaskan lebih detil? Bagaimana kaitan entropi dengan evolusi? Sejauh mana Anda memahami Chemical Engineering Thermodynamics? Penjelasan hukum II termodinamika di blog Anda tidak tepat, karena ketidakteraturan dalam konsep entropi tidak selalu berarti menuju kerusakan. Karena alam juga bisa memperbaiki dirinya sendiri dengan ada sistem self regulation of the nature.

      What is your background? Apa ada paper-paper yang menunjang? Sebagai seorang biological engineer, saya harap bukan hanya pendapat pribadi atau bullshit dari Harun Yahya.

  2. Okeh, Bullshit dari Harun Yahya!?
    coba anda patahkan argumen dari dia..

  3. dan coba berikan fakta pembenaran dari teori evolusi, karena setahu saya Darwin sendiri mengatakan itu hanya hipotesa di bukunya..
    berikan fakta selain Archaeopteryx..
    karena telah ditemukan burung yang 75 juta lebih tua dari itu, dan ternyata sudah se kompleks burung saat ini..

    bagaimana anda bisa melompatkan hipotesa menjadi sebuah teori?

  4. hahaha.. maaf mas.. saya jadi impulsive😀

    sebenarnya saya jg salut sm mas.. ide sebuah pnyatuan creation dan evolution itu baru saya lihat.. makasih jg atas infonya..

    buat saya sejauh ini argumen dari Harun Yahya itu sudah cukup meyakinkan.. memangnya mas ada dari mas yg tidak sepakat dengan beliau??

  5. Mas,
    Ada beberapa alasan saya mengatakan Harun Yahya adalah bullshit. Harun Yahya tidak memiliki background di bidang biologi sehingga tidaklah pantas dia berbicara tentang evolusi. Harun Yahya juga terbukti menggunakan organisasi yang dia bentuk untuk menggapai kekayaan pribadi sehingga dia dipenjara selama 3 th oleh pemerintah Turki, walaupun dia masih banding. Harun Yahya adalah contoh orang yang menggunakan agama (Islam dan Kristen) untuk mencapai ambisi pribadi.

    Mas, saya perlu jelaskan makna teori evolusi. Anda harus tahu teori evolusi yang dicetuskan oleh Darwin (Darwin terinspirasi juga oleh temuan Wallace di Indonesia) bukan menyatakan bahwa suatu spesies bisa berubah drastis. Jadi bukan manusia dari monyet!

    Inti dari teori evolusi adalah NATURE SELECTION. Mengapa kita manusia homo sapiens) yang survive? Bukan Cro Magnon atau Neanderthal? Karena kita lebih cerdas. Jadi bukan karena kita berasal dari Neanderthal. Bahkan kita sendiri adalah hasil seleksi alam dari nenek moyang kita selama puluhan ribu tahun.

    Mengapa org Aborigin di Australia tidak memiliki kekebalan sebaik kita? Mengapa dengan mudahnya Cortez dan Pizzaro membinasakan jutaan orang Aztec dan Inca? Semua ini terkait dengan seleksi alam yang menjadi dasar teori evolusi.

    Jika memang ada fosil burung 75 juta tahun silam sudah sekompleks burung skrg, so what? Tidak berarti semua burung skrg berasal dari Archeopteryx. Dinosaurus pun banyak yang tidak kalah kompleks dengan mamalia skrg. Tapi mengapa mereka punah? Seleksi alam.

    Semoga ini bisa membantu Anda.

  6. […] di mana spesies yang unggul akan bertahan sementara yang lemah akan punah. Selebihnya silakan cek https://yalun.wordpress.com/2009/07/24/teori-penciptaan-dan-evolusi/ Lukisan The Creation of Adam oleh Michelangelo di langit-langit Sistine Chapel, Italy yang digambar […]

  7. Kalau saya gampang aja, ( meneladani tokoh Jombang )

    Wong namanya kajian iman dan kajian sains kok dicampur adukan.
    Saya jadi teringat oleh kata-kata Romo yang mengajar agama waktu SMU, pengajian iman dan sains tidak akan pernah bisa disatukan, ibarat rel kereta api.

    Wong yang iman mempelajari yang hal-hal yang ‘tidak kelihatan” dan hanya bisa dirasakan dengan hati nurani, serta kajian sains semuanya serba eksak atau “kelihatan”

    Mana yang mau kita jadikan pedoman ya kembali ke kita sendiri…..
    Yaahhh biar nggak repot gitu…

  8. Semua bener sih, sains sama agama (keyakinan) ya emang “kelihatan” bertolak belakang. Tapi lebi bener enstin tuh…
    Nah masalah evolusi, menurutku darwin bener juga kog. Buktinya kita sama orang amrik kalah gede, ama orang arab kalah gede juga kan ini karena faktor alam…”seleksi”
    Menurut saya DARWIN is HISTORY…. dan sejarah tergantung dari siapa yang memaparkan dan menyampaikan. Toh kita juga gak bisa protes langsung ama darwin. Mungkin aja darwin nangis karena pendapatnya dulu sudah dibelok-belokin pihak lain sehingga pada gak percaya. Tapi bisa juga memang itu pendapat dia.. Wallaahua’lam.

  9. Ilmu pengetahuan & agama itu tdk bertentangan tp ilmu pengetahuan msh terlalu muda untuk memahami hal2 yg berkaitan ttg spiritualitas.. Coba baca ttg Noetic Science.. di sini.. http://tutorialogic.blogspot.com/2012/08/ilmu-noetic-alam-semesta-tunduk-pada.html

    • Noetic is pseoudoscience, period. Science is based on experiments and observations, religion is based on faith. Two different things.

  10. segala hal adalah kekal (tanpa awal & akhir) hanya berubah dari satu bentuk ke bentuk lainya

  11. Bagi saya iman yang bisa berdampingan dengan sains itu yang paling top.Sebaliknya jangan sampai Iman mengkebiri apa yang sedang dicari dalam sains, oke…..

  12. saya rasa itu sangat bagus sebagai study khusus. bagaimanapun juga kedua teori itu tetap saling melengkapi satu dengan yang lain, karena tidak boleh keduanya saling mengklaim mana yang benar. Teori evolusi tetap membutuhkan teori penciptaan dan sebaliknya. Teori evolusi hanya dapat berbicara jika hal itu bisa dipelajari dan masuk akal dengan sain, dan metodenya sendiri, sedang ia tidak akan berbicara lagi tentang hal yang metafisis dan itulah tugas Teori penciptaan. keduanya tidak bisa menyangkal bahwa mereka saling keterkaitan dan tidak bisa lepas dari masing-masing teori.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: