The best religion – A dialog between Dalai Lama and Leonardo Boff

DIALOG WITH DALAI LAMA

the Brazilian theologist Leonardo Boff wrote:

In a round table discussion about religion and freedom in which Dalai Lama
and myself were participating at recess, I maliciously and also with interest, asked him: “Your holiness, what is the best religion?”
I thought he would say: “The Tibetan Buddhism” or “The oriental religions, much older than Christianity.”
The Dalai Lama paused, smiled and looked me in the eyes …. which surprised me because I knew of the malice contained in my question.

Continue reading

Advertisements

Encouragement

Berikut tulisan dari Rhenald Kasali. Patut direnungkan, terutama oleh orang tua dan para dosen/guru di Indonesia.

Encouragement

by Rhenald Kasali

 Thursday, 15 July 2010

LIMA belas tahun lalu saya pernah mengajukan protes pada guru sebuah sekolah tempat anak saya belajar di Amerika Serikat. Masalahnya, karangan berbahasa Inggris yang ditulis anak saya seadanya itu telah diberi nilai E (excellence) yang artinya sempurna, hebat,bagus sekali. Padahal dia baru saja tiba di Amerika dan baru mulai belajar bahasa. Karangan yang dia tulis sehari sebelumnya itu pernah ditunjukkan kepada saya dan saya mencemaskan kemampuan verbalnya yang terbatas. Menurut saya tulisan itu buruk, logikanya sangat sederhana. Saya memintanya memperbaiki kembali,sampai dia menyerah.Rupanya karangan itulah yang diserahkan anak saya kepada gurunya dan bukan diberi nilai buruk, malah dipuji. Ada apa? Apa tidak salah memberi nilai? Bukankah pendidikan memerlukan kesungguhan? Kalau begini saja sudah diberi nilai tinggi, saya khawatir anak saya cepat puas diri. Sewaktu saya protes, ibu guru yang menerima saya hanya bertanya singkat. “Maaf Bapak dari mana?” “Dari Indonesia,” jawab saya.Dia pun tersenyum.

Continue reading