Belajar untuk membangun Papua

Berikut adalah artikel di Kompas yang bisa menggambarkan apa yang dilakukan di STKIP Surya.

Link: http://serpong.kompas.com/berita/detail/1310/belajar.di.serpong.untuk.membangun.papua

Gedung STKIP Surya di Gading Serpong

Belajar untuk membangun Papua

Setiap orang itu pintar, asalkan dididik dengan cara yang benar. Maka tidak ada istilah bahwa orang dari daerah tertinggal pasti kalah pintar dibanding orang yang dibesarkan di kota-kota besar.

Untuk mencetak siswa-siswi berkualitas, diperlukan guru atau tenaga pengajar berkualitas pula. Guru-guru dengan mutu terbaik ini harus pula dididik dengan metode pengajaran yang benar. Salah satunya seperti berlangsung di Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Surya (STKIP Surya). Sekolah tinggi ini didirikan oleh Yohanes Surya, seorang fisikawan Indonesia.

STKIP Surya menampung ratusan anak pedalaman Papua dari program beasiswa yang dilakukan pemerintah daerah Papua. Mereka ada yang berasal dari Kabupaten Serui, Tolikara, Jaya Wijaya, Puncak Jaya, Pegunungan Bintang, Timika, Raja Ampat, Fakfak, Sorong Selatan, Jayapura, bahkan dari Yahukimo, sebuah daerah yang baru mengalami pemekaran.

Pada tahun 2010, STKIP Surya menerima sekitar 100 mahasiswa Papua untuk angkatan pertama. Angkatan kedua, jumlahnya bertambah. Tak hanya dari pedalaman Papua, tapi STKIP Surya juga merekrut mahasiswa dari Kupang, Bangka Belitung, dan Palembang. Jumlahnya sekitar 250 orang. Tidak ada mahasiswa dari Jakarta atau kota besar lainnya. Semuanya murni berasal dari daerah, yang pendidikannya tertinggal, dan dari program beasiswa pemerintah daerah setempat.

Para lulusan SMA di Papua ini akan belajar di sini selama lima tahun sampai S1 dengan gelar Sarjana Pendidikan. Setahun pertama mereka mengikuti program matrikulasi. Hal ini untuk memperkuat pemahaman dasar mereka akan teori ilmu yang ada. Terlebih matrikulasi ini adalah untuk penyesuaian diri dengan perkuliahan di STKIP Surya karena pendidikan mereka sebelumnya di Papua tidak sejajar dengan pendidikan di Pulau Jawa maupun kota maju lainnya. Dalam artian kemampuan mereka tertinggal jauh dari anak SMA pada umumnya. Di tahun berikutnya, mereka melangsungkan kegiatan belajar di gedung Surya Research and Education Center (SREC) di Jalan Scientia Boulevard Blok U No. 7, Gading Serpong.

Continue reading

Advertisements